Main Menu
Home
Arsip
Links
Contact Us
Tentang Kami
Badan Pengurus
PERDA No. 19/2009
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
Translation
Translate This Website

facebook

Home
SMUN 20 Bandung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 13 July 2009
SMUN 20 BandungMenurut Prof. Dr. E. C. Godee Molsbergen, Kepala Arsip Negara di Batavia (1935), pada tanggal 24 April 1820, Residen Priangan yang berkedudukan di Cianjur telah mengadakan inpeksi ke Kota Bandung. Dalam perjalanan inspeksinya, Tuan Residen telah mengadakan pembicaraan dengan regent (Bupati) dan panghulu Bandung, untuk menjajagi berdirinya sekolah di kota ini.
 Bandung memang sudah di proyeksikan sebagai “Kota Pendidikan” sejak abad ke-19. Setelah sekian waktu berselang, telah berdiri banyak sekolah negeri di Bandung yang sebagian besar adalah hasil prakarsa pemerintahan Kolonial Belanda. Dari taman kanak-kanak (Frobelschool), Sekolah Guru Taman Kanak-kanak (Opleidingschooll voor Frobelonderwijzeressel), Sekolah Putri (Van Deventerschool), Sekolah Dasar Belanda (HIS), Sekolah Dasar Pribumi (Inlandsche Tweede Klasse Scholen), SLP (MULO), SLA (Algemeene Middelbare School), dan sekolah-sekolah swasta milik Zending Kristen dan Cina.
Salah satu dari sekian banyak sekolah yang didirikan pada saat itu adalah sekolah yang kini bernama SMUN 20 Bandung. Didirikanpada tahun 1930, berfungsi sebagai sekolah pada saat itu dan hingga kini fungsinya tetap sekolah. Didirikan di kawasan konservasi, tepatnya tidak jauh dibelakang Gedung Sate, Bandung.

SMUN 20 Bandung mulai berdiri pada tahun 1986 yang merupakan kelanjutan dari Projek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) IKIP Bandung, dimana PPSP itu sendiri berdiri pada tahun 1970. Pada tahun 1986  keluar Peraturan Pemerintah No. 5 yang menyatakan bahwa Perguruan Tingi tidak boleh membawahi sekolah menengah. Maka diadakan timbang terima antara rector IKIP Bandung dengan Kepala Kanwil Depdikbud pada tanggal 5 Juni 1986, sehingga SMA PPSP dirubah namanya menjadi SMU Negeri 20 Bandung.
Sejak saat itu hingga kini bangunan yang berdiri dengan langgam arsitektur art deco itu masih berfungsi sebagai SMUN 20 Bandung. Dan sekarang termasuk bangunan konservasi golongan A.***
Last Updated ( Monday, 13 July 2009 )
 

Add comment

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Bandung Heritage Society. Administrator berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan


< Prev   Next >