|
Emergency for KAR Bosscha House (1894-2009) |
|
|
|
|
Written by administrator
|
|
Thursday, 10 September 2009 |
|
Karel Albert Rudolf Boscha lahir di S'Gravenhage, Belanda. Ia tiba di Indonesia pada tahun 1887 dan mempelajari budidaya teh di Sinagar Sukabumi, Jawa Barat.
Tahun 1896, ia diangkat menjadi manajer perkebunan Teh Malabar sampai ia wafat pada tahun 1928.
Boscha tidak hanya dikenal di dunia budidaya teh. Ia banyak menyumbangkan pikiran, tenaga, dan dana bagi kepentingan-kepentingan sosial dan pembangunan kota Bandung, seperti Observatorium Bintang Boscha di Lembang, Bala Keselamatan di Jl. Jawa, sekolah bagi penyandang tuna rungu dan tuna wicara, Telefoon Maatschappij voor Bandung en Preanger di Jl Tegallega (kini PT INTI), serta kompleks Nederlands-Indische Jaarbeurs (Pekan Raya) yang kini menjadi kantor Kologdam.
Ia menjadi ketua Biro Spesialis Teh (tahun 1910) dan ketua Pertanian Percobaan (tahun 1917) dan anggota dewan penyantun untuk Tehnische Hogerschool (kini ITB) sampai tahun 1928. Ia pula yang mendirikan Institut Kanker dan yang pertama memperkenalkan satuan hektar dan kilometer untuk menggantikan satuan tradisional pal dan bahu. Atas jasa-jasanya, ia diangkat sebagai warga kehormatan kota Bandung.
Kini bekas kediaman dan kantor Boscha di Pangalengan yang didirikan pada tahun 1894 mengalami kerusakan cukup parah akibat Gempa Besar 2 september 2009 kemarin. Rumah ini mengalami kerusakan struktur yang cukup parah. Beberapa Struktur memang hanya terbuat dari kayu yang di cor saja. dinding dan plesteran retak-retak, bahkan sampai ada yang hancur. Menurut Pengelola wisma ini, bangunan akan di restorasi dengan cara dirobohkan dahulu.
Kami meminta bantuan dari teman-teman yang peduli dengan Bangunan Heritage untuk ikut menyumbangkan ide dan ilmu nya untuk merestorasi bangunan ini sesuai dengan standard UNESCO dan ICOMOS. agar peninggalan dan sejarah dari bangunan ini bisa terus dimiliki oleh anak cucu kita, bahkan dunia. Jangan sampai proses restorasi yang "asal-asalan" membuat bangunan cagar budaya ini menjadi semakin kehilangan jati diri nya.
Ia menjadi ketua Biro Spesialis Teh (tahun 1910) dan ketua Pertanian Percobaan (tahun 1917) dan anggota dewan penyantun untuk Tehnische Hogerschool (kini ITB) sampai tahun 1928. Ia pula yang mendirikan Institut Kanker dan yang pertama memperkenalkan satuan hektar dan kilometer untuk menggantikan satuan tradisional pal dan bahu. Atas jasa-jasanya, ia diangkat sebagai warga kehormatan kota Bandung. Kini bekas kediaman dan kantor Boscha di Pangalengan yang didirikan pada tahun 1894 mengalami kerusakan cukup parah akibat Gempa Besar 2 september 2009 kemarin. Rumah ini mengalami kerusakan struktur yang cukup parah. Beberapa Struktur memang hanya terbuat dari kayu yang di cor saja. dinding dan plesteran retak-retak, bahkan sampai ada yang hancur. Menurut Pengelola wisma ini, bangunan akan di restorasi dengan cara dirobohkan dahulu. Kami meminta bantuan dari teman-teman yang peduli dengan Bangunan Heritage untuk ikut menyumbangkan ide dan ilmu nya untuk merestorasi bangunan ini sesuai dengan standard UNESCO dan ICOMOS. agar peninggalan dan sejarah dari bangunan ini bisa terus dimiliki oleh anak cucu kita, bahkan dunia. Jangan sampai proses restorasi yang "asal-asalan" membuat bangunan cagar budaya ini menjadi semakin kehilangan jati diri nya. |
|
Last Updated ( Thursday, 10 September 2009 )
|
Comments
duh…ko bisa yah kaya begini…sebel…gimana bantunya yah…aku seneng banget ma bangunan lama…benci ada yang ancur kaya gini… Quote
RSS feed for comments to this post.