|
Bangunan Tua Terus Jadi Korban |
|
|
|
|
Written by Pikiran Rakyat
|
|
Monday, 05 October 2009 |
Bangunan Tua Terus Jadi Korban 23 Maret 2009 BANDUNG, (PR).- Pembongkaran bangunan tua di Kota Bandung terus berlanjut. Kali ini, pembongkaran menimpa salah satu bangunan tua di Jln. Cimanuk No. 14, Bandung.
Berdasarkan pemantauan "PR" sebagian rumah tua peninggalan zaman Belanda yang berada di sekitar Masjid Istiqomah tersebut telah rata dengan tanah. Sedikitnya, 80% dari bangunan tersebut sudah dihancurkan. Hanya bagian depan rumah yang digunakan sebagai teras yang tersisa.
Salah seorang pekerja projek pembongkaran yang enggan disebutkan, mengatakan pembongkaran dilakukan sejak Senin (16/3) lalu. Rencananya, di bekas rumah tersebut dibangun penginapan. Namun, belum jelas apakah untuk penginapan umum atau penginapan bagi karyawan. "Rencananya, pembongkaran dilanjutkan Senin ini," katanya.
Salah seorang warga, Andi mengatakan pembongkaran terhadap bangunan tersebut mengingatkan ia dengan kejadian pembongkaran bangunan tua yang terjadi beberapa waktu terakhir. Namun, ia tidak mengetahui apakah bangunan tersebut masuk cagar budaya atau tidak. "Yang jelas, yang saya tahu, bila ada bangunan Belanda yang ditinggalkan penggunanya menjadi milik negara," kata Andi.
Oleh sebab itu, menurut Andi, terlepas dari apakah bangunan tersebut masuk cagar budaya atau tidak, namun bangunan tersebut adalah bangunan sejak zaman Belanda. "Mungkin bukan termasuk bangunan penting. Namun, bangunan itu secara arsitektur bagus, ramah lingkungan, dan posisinya strategis," kata Andi.
Sebelumnya, pembongkaran dilakukan terhadap toko di Jln. Braga No. 67. Pembongkaran tersebut mengundang reaksi keras dari Wali Kota Bandung Dada Rosada yang langsung memeriksa ke lapangan. Apalagi, pembongkaran terhadap bekas Toko Kero tersebut belum mengantongi izin dari pemerintah. (A-188/A-189) *** Sumber : Pikiran Rakyat |
Comments
Bapak Pengelola
Dengan hormat,
Bersama ini saya menanyakan barangkali tahu, kalau bangunan di jalan Diponegoro No. 54 (hoek-jl. citarum) termasuk ke dalam dagtar bangunan yang dilestarikan? Dan bangunan tersebut kira-kira dibangun tahun berapa?
Terima kasih,
Wassalam
Noor Quote
RSS feed for comments to this post.