
|
Home
|
Written by Dr. Dibyo Hartono
|
|
Monday, 13 July 2009 |
|
Sejak awal berdirinya, Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (PPBB) atau yang lebih dikenal dengan Bandung Heritage, berharap dapat turut serta berperan mendampingi pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan warisan yang dimiliki Bandung, dalam hal ini salah satunya adalah peninggalan sejarah lingkungan binaannya (arsitektur) yang diperkirakan para ahli masih kaya.
Peninggalan sejarah dari hampir setiap periode perkembangan arsitektur modern dan periode sebelumnya, masih dimiliki Kota Bandung. Walaupun sampai saat ini perlahan-lahan asset kekayaan sejarah tersebut berkurang satu per satu. Hal ini disebabkan banyak faktor, tuntutan kebutuhan ekonomi bisa jadi penyebab utama, lalu diikuti oleh kekurangansadaran serta ketidaktahuan pemilik akan nilai sejarah yang mereka miliki bisa menjadi alasan berikutnya. Namun bisa jadi juga hal tersebut diakibatkan oleh “lalainya” sang arsitek dalam memahami sejarah perkembangan arsitektur itu sendiri.
|
|
Last Updated ( Monday, 13 July 2009 )
|
|
|
Written by Tanti Yohana
|
|
Monday, 13 July 2009 |
|
Art Deco adalah gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang, misalnya eksterior, interior, mebel, patung, poster, pakaian, perhiasan dan lain-lain. Dalam perjalanannya Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran modern, antara lain Kubisme, Futurisme dan Konstruktivisme serta juga mengambil ide-ide desain kuno misalnya dari Mesir, Siria dan Persia. Seniman Art Deco banyak bereksperimen dengan memakai teknik baru dan material baru, misalnya metal, kaca, bakelit serta plastik dan menggabungkannya dengan penemuan-penemuan baru saat itu, lampu misalnya, karya-karya mereka memakai warna-warna yang kuat serta bentuk-bentuk abstrak dan geometris misalnya bentuk tangga, segitiga dan lingkaran terbuka, tetapi mereka kadang masih menggunakan motif-motif tumbuhan dan figur, tetapi motif-motif tersebut cenderung mempunyai bentuk yang geometris. Komposisi elemen-elemennya mayoritas dalam format yang sederhana.
|
|
|
SEJARAH SINGKAT KONFERENSI ASIA AFRIKA |
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 13 July 2009 |
|
3.1 Latar Belakang Berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus 1945, tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di dunia dan tercipta perdamaian dan keamanan. Ternyata di beberapa pelosok dunia, terutama di belahan bumi Asia Afrika, masih ada masalah dan muncul masalah baru yang mengakibatkan permusuhan yang terus berlangsung, bahkan pada tingkat perang terbuka, seperti di Jazirah Korea, Indo Cina, Palestina, Afrika Selatan, Afrika Utara. Masalah-masalah tersebut sebagian disebabkan oleh lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi maupun kepentingan, yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Sovyet. Tiap-tiap blok berusaha menarik negara-negara di Asia dan Afrika agar menjadi pendukung mereka. Hal ini mengakibatkan tetap hidupnya dan bahkan tumbuhnya suasana permusuhan yang terselubung di antara kedua blok itu dan pendukungnya. Suasana permusuhan tersebut dikenal dengan sebutan "perang dingin". Timbulnya pergolakan dunia disebabkan pula oleh masih adanya penjajahan di bumi kita ini, terutama di belahan Asia dan Afrika. Memang sebelum tahun 1945, pada umumnya benua Asia dan Afrika merupakan daerah jajahan bangsa Barat dalam aneka bentuk. Tetapi sej ak tahun 1945, banyak daerah di Asia Afrika menjadi negara merdeka dan banyak pula yang masih berjuang bagi kemerdekaan negara dan bangsa mereka seperti Aljazair, Tunisia, dan Maroko di wilayah Afrika Utara; Vietnam di Indo Cina; dan di ujung selatan Afrika. Beberapa negara Asia Afrika yeng telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat, India dan Pakistan tentang Kashmir, negara-negara Arab tentang Palestina. Sebagian bangsa Arab-Palestina terpaksa mengungsi, karena tanah air mereka diduduki secara paksa oleh pasukan Israel yang dibantu oleh Amerika Serikat.
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 13 July 2009 |
 Gedung Merdeka yang terletak di Jalan Asia Afrika No. 65 Bandung, dibangun untuk pertama kalinya pada tahun 1895. Pada waktu itu hanya berupa bangunan sederhana yang digunakan sebagai semacam warung kopi. Selanjutnya, secara berturut-turut, yakni pada tahun 1920 dan 1928 gedung tersebut diperbaharui sehingga menjadi gedung dalam bentuk yang sekarang. Pembangunan gedung tersebut terakhir dilakukan dengan rancangan yang dibuat oleh dua orang arsitek berkebangsaan Belanda bernama Van Gallen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Keduanya adalah Guru Besar pada Technische Hogeschool (Sekolah Teknik Tinggi), yaitu ITB sekarang. Pada waktu itu gedung yang diberi nama SOCITEIT CONCORDIA dipergunakan sebagai tempat rekreasi oleh sekelompok masyarakat Belanda yang berdomisili di kota Bandung dan sekitarnya. Mereka adalah para pegawai perkebunan, perwira, pembesar, pengusaha, dan kalangan lain yang cukup kaya. Pada hari libur, terutama malam hari, gedung ini dipenuhi oleh mereka untuk menonton pertunjukan kesenian, makan malam, dan hiburan lainnya. Sociteit Concordia termasuk gedung paling mewah dibandingkan dengan gedung-gedung Sociteit lainnya di Kota Bandung.
Sejak berdirinya, ruangan-ruangan dalam Gedung Sociteit Concordia cukup memadai untuk menampung kegiatan-kegiatan pertunjukan kesenian. Pada waktu itu Gedung Concordia sering dipergunakan oleh perkumpulan kesenian di Bandung dengan cara menyewa ruangan gedung tersebut untuk pertunjukan kesenian, seperti Persatuan Sandiwara Braga yang belum memiliki ruangan pertunjukan sendiri. Gedung Concordia adalah gedung megah, terlihat dari lantainya yang terbuat dari marmerbuatan Italia yang mengkilap; ruangan-ruangan tempat minum-minum dan bersantai terbuat dari kayu cikenhout; sedangkan untuk penerangannya dipakai lampu-lampu bias kristal yang tergantung gemerlapan. Luas seluruh tanahnya 7.500 m2
|
|
| | << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 36 - 40 of 54 |
|
|
Who's Online |
|
We have 19 guests online |
|